Tata Cara Tayamum : Pengertian, Rukun dan Niat

Tata Cara Tayamum

Tata Cara Tayamum – Agama islam selalu memberi kemudahan bagi umatnya dalam segi ibadah. Salah satunya adalah dalam hal bersesuci atau yang dikenal dengan thaharah. Ada berbagai media sebagai pengganti air yang dapat digunakan untuk besesuci untuk menghilangkan hadas.

Pada kesempatan kali ini kami admin Ciudad1.com akan kembali membagikan sedikit materi mengenai cara bersesuci menggunakan debu atau yang dikenal dengan Tayamum.

Tata Cara Tayamum

Terdapat beberapa poin yang akan kami bahas kali ini, diantaranya :

  1. Pengertian tayammum
  2. Sebab Tayammum
  3. Rukun dan Sunnah Tayammum
  4. Niat tayammum
  5. Cara Bertayammum

Itulah beberapa poin yang akan kita bahas pada artikel kali ini, yuk langsung kita simak bersama!

Pengertian Tayamum

Pengertian Tayamum

Tayamum adalah bersuci dari hadast besar maupun hadast kecil dengan mengusap wajah dan tangan menggunakan debu, tanah atau permukaan bumi lainnya yang bersih dan suci.

Adapun penjelasan mengenai tayamum ini telah dijelaskan dalam firman Allah swt didalam surah an-nisa ayat 43.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Jika kita simak dari ayat diatas tayamum digunakan sebagai penganti wudhu atau pun mandi wajib apabila kesulitan untuk menemukan air ataupun sedang dalam keadaan sakit. Oleh karenanya kita sebagai umat muslim wajib mengetahuinya. 

Sebab Diperbolehkannya Tayamum

Meski Tayamum berfungsi sebagai pengganti wudhu dan mandi wajib, terdapat ketentuan-ketentuan diperbolehkannya dilakukan tayamum. Ketentuan-ketentuan tersebut adalah :

  1. Tidak adanya air yang cukup untuk wudhu atau mandi
  2. Tidak mampu menggunakan air, seperti orang lemah, orang yang dipenjara, atau takut binatang buas
  3. Sakit atau memperlambat sembuh dari sakit bila menggunakan air
  4. Jumlah air sedikit dan lebih dyibutuhkan untuk menyambung hidup (minum).
  5. Tidak adanya alat untuk menimba/mendapatkan air, meski airnya ada dalam sumur misalnya.
  6. Takut habisnya waktu salat sedangkan untuk mendapatkan air sangat jauh.
  7. Kondisi yang sangat dingin dengan persyaratan tertentu

Rukun dan Sunah Tayamum

Sama seperti halnya wudhu, tayamum juga memiliki rukun yang tidak boleh ditinggalkan sebagai syarat sahnya tayamum. Rukun Tayamum itu ada empat, yaitu:

  1. Niat
  2. Mengusap Muka
  3. Mengusapa kedua tangan sampai siku
  4. Tertib/berurutan

Sedangkan sunnah tayamum adalah membaca basmalah, mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan, serta berurutan.

Niat Tayamum

Lafadz Niat Tayamum

Niat tayamum tak cukup dengan berniat menghilangkan hadast, sebab tayamum bukan untuk menghilangkan hadast. Akan tetapi, perlu diniatkan untuk diperbolehkan shalat. Berikut ini adalah lafadz niat tayamum yang benar :

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitut tayammuma li-istibahatis sholaati fardhal lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Sengaja aku bertayamum untuk melakukan sholat, fardhu karena Allah Ta’ala”

Adapun hal yang membatalkan tayamum adalah sama halnya perkara yang membatalkan wudhu, telah ditemukannya air/melihat air yang dapat digunakan wudhu, telah mampu menggunakan air/sembuh dari sakit. Jika seorang yang bertayamum telah mendapati tiga hal tersebut maka batal lah tayamumnya.

Tata Cara Melakukan Tayamum

Tata cara tayamum Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam dijelaskan hadits ‘Ammar bin Yasir rodhiyallahu ‘anhu :

بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Artinya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.[16]

Dari hadits diatas dapat kita simpulkan, bahwa tata cara tayamum yang diajarkan oleh Rasulullah saw adalah :

  1. Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya.
  2. Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  3. Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
    Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah dilakukan sekali usapan saja.
  4. Mengusap kedua tangan.
  5. Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil.
  6. urut/tertib

Baca juga :

Demikianlah beberapa poin pembahasan  mengenai bab tayamum yang dapat kami sampaikan, semoga apa yang kami sampaikan mudah untuk difahami dan bermanfaat untuk kita semua.

Tags: