Tata Cara Shalat Witir : Pengertian, Hukum, Waktu dan Niat

Alhamdulillah, berjumpa lagi kita di website Ciudad1.com ini. Jika pada artikel sebelumnya kami sudah membahas tentang tata cara shalat tarawih, maka pada artikel ini kami akan membahas tentang tata cara shalat witir.

Shalat witir memang tidak ada hubungan khusus dengan shalat tarawih, namun pada umumnya shalat witir ditunaikan juga setelah shalat tarawih. Oleh sebab itu mari kita sama-sama belajar tentang shalat witir.

Tata Cara Shalat Witir

Tata Cara Shalat Witir Lengkap

Berikut ini beberapa point yang akan kita bahas :

  • Pengertian shalat witir
  • Hukum shalat witir
  • Waktu shalat witir
  • Niat Shalat Witir
  • Cara mengerjakan shalat witir
  • Surat yang Dibaca saat shalat witir

Itulah point-point yang akan kita bahas. Silahkan disimak dengan baik dan semoga mudah untuk dipahami.

Pengertian Shalat Witir

Shalat Witir adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya hingga sebelum waktu shalat subuh, dengan rakaat ganjil. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk “mengganjili” shalat-shalat yang genap, karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam.

Hukum Shalat Witir

Pendapat mayoritas ulama, hukum shalat witir adalah sunnah muakkad (sunnah yang amat dianjurkan).

Namun ada pendapat yang cukup menarik dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah bahwa shalat witir itu wajib bagi orang yang punya kebiasaan melaksanakan shalat tahajud. Dalil pegangan beliau barangkali adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً

Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Waktu Shalat Witir

Waktu Shalat Witir

Berlandaskan hadits-hadits shahih, waktu shalat witir yaitu antara waktu isya’ hingga menjelang waktu subuh. Berikut ini kumpulan hadits yang menjelaskan tentang waktu shalat witir :

Imam Ahmad meriwayatkannya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat witir pada awal malam. Kadang-kadang di pertengahan malam. Kadang-kadang pula di akhir malam. (HR. Ahmad; shahih)

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749)

Ibnu ‘Umar mengatakan,

مَنْ صَلَّى بِاللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلاَتِهِ وِتْراً فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِذَلِكَ فَإِذَا كَانَ الْفَجْرُ فَقَدْ ذَهَبَتْ كُلُّ صَلاَةِ اللَّيْلِ وَالْوِتْرُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَوْتِرُوا قَبْلَ الْفَجْرِ »

Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam, maka jadikanlah akhir shalat malamnya adalah witir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu. Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. (HR. Ahmad 2/149. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kapan waktu shalat witir paling utama?

Waktu yang utama untuk mengerjakan shalat witir yaitu pada sepertiga malam akhir, sebagaimana hadits berikut ini :

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ قَدْ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَأَوْسَطِهِ وَآخِرِهِ فَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ.

“Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan witir di awal malam, pertengahannya dan akhir malam. Sedangkan kebiasaan akhir beliau adalah beliau mengakhirkan witir hingga tiba waktu sahur.” (HR. Muslim no. 745)

Niat Shalat Witir

Berikut ini lafadz niat shalat witir,

Lafadz niat sholat witir dua rakaat :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafadz niat sholat witir dua rakaat :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafadz niat sholat witir tiga rakaat :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri tslatsa roka’aatin lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”

Cara Mengerjakan Shalat Witir

Cara mengerjakan shalat witir sama halnya dengan mengerjakan shalat sunnah pada umumnya, yang membedakan yaitu pada jumlah rakaatnya shalat witir harus ganjil. Minimal mengerjakan shalat witir 1 rakaat salam.

Lalu bagaimana cara mengerjakan shalat witir 3 rakaat?

Cara mengerjakan shalat witir 3 rakaat ada 2 pola. Pola pertama dikerjakan dengan 2 rakaat salam + 1 rakaat salam dan pola yang kedua langsung 3 rakaat salam.

Berikut ini hadits yang menjelaskan cara mengerjakan shalat witir 3 rakaat salam.

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)

Kalau ingin melakukan tiga raka’at langsung tidak boleh diserupakan dengan shalat Maghrib.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا توتروا بثلاث أوتروا بخمس أو بسبع ولا تشبهوا بصلاة المغرب

“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaat” (HR. Ibnu Hibban no. 2429, Al Hakim dalam Mustadroknya no. 1138 dan Al Baihaqi dalam Sunan Kubro no. 4593. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim). Artinya, kalau caranya seperti shalat Maghrib berarti yang tiga rakaat memakai tasyahud awal di dalamnya. Itu yang tidak dibolehkan pada tiga rakaat.

Surat yang dibaca

Setelah membaca surat Al Fatihah, boleh membaca ayat mana pun dari Al Qur’an. Sebagaimana kata Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Di dalam Al Quran itu tidak ada yang dapat diabaikan. Oleh sebab itu, dalam sholat witir engkau boleh membaca ayat Al Quran yang engkau sukai.”

Demikianlah penjelasan tentang tata cara shalat witir dan beberapa point yang berkaitan, semoga penjelasan dalam artikel ini dapat dipahami dengan mudah.

Baca juga :

Masih ada beberapa point yang belum sempat kami bahasa dalam artikel ini, semoga Allah ta’ala memberikan kesempatan lagi untuk meneruskannya. Aamiin.

Tags: