Tata Cara Shalat Tarawih : Pengertian, Niat, Hukum dan Keutamaan

Diposting pada

Setelah kemarin kita mengulas tentang tata cara shalat tajahud secara lengkap, pada kesempatan ini Ciudad1.com juga akan mengulas tentang cara shalat tarawih hingga keutamaan shalat tarawih.

Seperti yang kita ketahui, bahwa bulan ramadhan sudah semakin dekat (semoga umur kita disampaikan hingga ramadhan..aamiin) dan sholat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah utama pada bulan ramadhan. Oleh sebab itu kami merasa bahwa materi ini cukup penting untuk disampaikan sehingga bisa lebih memahami bagaimana cara sholat tarawih sesuai sunnah rasul.

Tata Cara Shalat Tarawih

Tata Cara Shalat Tarawih

Pemabahasan tentang sholat tarawih ini tidak terbatas pada cara mengerjakan sholatnya saja. Namun ada beberapa point yang perlu kita pelajari, diantaranya yaitu :

  • Pengertian shalat tarawih
  • Niat sholat tarawih
  • Waktu pelaksanaan shalat tarawih
  • Hukum sholat tarawih
  • Tata Cara Mengerjakan Sholat Tarawih, dan
  • Keutamaan Sholat Tarawih

Itulah point-point yang akan kita bahas. Agar tidak terlalu panjang penjelasannya mari kita mulai pada point pertama.

Pengertian Shalat Tarawih

Secara istilah, sholat tarawih adalah shalat di malam hari Ramadhan atau qiyam Ramadhan (lihat Al Mughni, 1/455, Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 6/39).

Sedangkan secara bahasa, Tarawih merupakan bentuk jamak dari tarawihah yang artinya istirahat sekali. Kenapa disebut demikian? karena dahulu para sahabat ketika mengerjakan shalat tarawih mereka memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya. Kemudia ketika sudah mengerjakan empat rakaat, mereka istirahat, kemudian mengerjakan empat rakaat lagi, kemudian istirahat, kemudian mengerjakan tiga rakaat. (lihat Lisanul Arab, 2/462, Mishbahul Munir, 1/244, Syarhul Mumthi, 4/10).

Niat Shalat Tarawih Beserta Artinya

Niat Shalat Tarawih

Tak ada amal tanpa niat karena niat merupakan kunci utama dari sebuah amal, termasuk sholat tarawih. Berikut ini lafadz niat shalat tarawih.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatat taroowihi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Semua ulama sepakat bahwa niat merupakan amalan hati, melafal niat bukanlah sebuah syarat. Jadi tidak harus melafalkan niat secara lisan, cukup berniat melalui hati.

Menurut mazhab Imam Syafi’iy (Syafi’iyah) dan mazhab Imam Ahmad bin Hambal (Hanabilah), melafalkan niat adalah sunnah, karena melafalkan niat sebelum takbir dapat membantu untuk mengingatkan hati sehingga membuat seseorang lebih khusyu’ dalam melaksanakan shalatnya.

Sedangkan menurut mazhab Imam Malik (Malikiyah) dan Imam Abu Hanifah (Hanafiyah), melafalkan niat shalat sebelum takbiratul ihram tidak disyari’atkan kecuali bagi orang yang terkena penyakit was-was (peragu terhadap niatnya sendiri).

Baca juga : Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih dikerjakan setelah shalat isya, dan yang utama adalah setelah waktu isya yang terakhir. Ibnu Taimiyah mengatakan:

فما كان الأئمَّة يُصلُّونها إلَّا بعد العِشاء على عهد النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، وعهدِ خلفائه الراشدين، وعلى ذلك أئمَّةُ المسلمين، لا يُعرف عن أحدٍ أنه تعمَّد صلاتَها قبل العِشاء، فإنَّ هذه تُسمَّى قيام رمضان

“Para imam tidak melaksanakan shalat tarawih kecuali setelah shalat Isya sebagaimana di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dan di masa para Khulafa Ar Rasyidin, dan juga di masa para imam kaum Muslimin. Tidak diketahui ada yang bersengaja melaksanakannya sebelum shalat Isya. Dan oleh karena itukah shalat ini disebut qiyam Ramadhan” (Majmu Al Fatawa, 23/120).

Beliau juga mengatakan:

السُّنة في التراويح أنْ تُصلَّى بعد العِشاء الآخِرةِ، كما اتَّفق على ذلك السَّلَف والأئمَّة

”Yang sunnah dalam melaksanakan melaksanakan shalat tarawih adalah setelah waktu isya yang terakhir. Sebagaimana ini telah disepakati oleh para salaf dan imam kaum Muslimin” (Majmu Al Fatawa, 23/119).

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Berapa jumlah rakaat shalat tarawih? hal ini sering menjadi perdebatan, ada yang mengerjakan 11 rakaat ada pula yang mengerjakan 23 rakaat.

Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang banyak.” (At Tamhid, 21/70).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai shalat malam, beliau menjawab,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749).

Padahal ini dalam konteks pertanyaan. Seandainya shalat malam itu ada batasannya, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya.

Al Baaji rahimahullah mengatakan, “Boleh jadi ‘Umar memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan shalat malam sebanyak 11 raka’at. Namun beliau memerintahkan seperti ini di mana bacaan tiap raka’at begitu panjang, yaitu imam sampai membaca 200 ayat dalam satu raka’at. Karena bacaan yang panjang dalam shalat adalah shalat yang lebih afdhol. Ketika manusia semakin lemah, ‘Umar kemudian memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan shalat sebanyak 23 raka’at, yaitu dengan raka’at yang ringan-ringan. Dari sini mereka bisa mendapat sebagian keutamaan dengan menambah jumlah raka’at.” (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27/142)

Hukum Shalat Tarawih

Hukum mengerjakan sholat tarawih adalah sunnah bagi muslim laki-laki dan perempuan. Boleh dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri, namun lebih utama dikerjakan secara berjamaah.

Pada awalnya Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat. Namun pada suatu malam Rasulullah menghentikannya karena khawatir shalat tarawih dianggap wajib.

Dari Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di masjid pada suatu malam, lalu orang-orang ikut shalat bersama beliau. Malam berikutnya beliau shalat lagi dan orang yang ikut semakin banyak. Pada malam ketiga dan keempat orang-orang berkumpul lagi tapi Rasulullah tidak keluar untuk shalat bersama mereka. Pagi harinya beliau bersabda: “Aku telah melihat apa yang kalian lakukan dan tidak ada yang menahanku untuk keluar kecuali kekhawatiranku akan difardhukannya shalat itu atas kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada riwayat Muslim dijelaskan bahwa waktu itu adalah bulan Ramadhan.

Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih

Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih

Cara mengerjakan sholat tarawih sama halnya dengan mengerjakan sholat sunnah pada umumnya, yaitu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Sedangkan jumlah rakaat sholat tarawih boleh 8 rakaat, 20 rakaat atau lebih.

Secara ringkas, tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Keutamaan Shalat Tarawih

Berdasarkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, salah satu fadilah atau keutamaan sholat tarawih yaitu diampuninya dosa yang terlewat jika dilakukan dengan iman bukan karena riya’. Berikut ini bunyi hadits tersebut,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Imam Nawawi menuturkan yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6:39).

Lebih lanjut Imam Nawawi menjelaskan, “Yang sudah ma’ruf di kalangan fuqoha bahwa pengampunan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa kecil, bukan dosa besar. Dan mungkin saja dosa besar ikut terampuni jika seseorang benar-benar menjauhi dosa kecil.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6:40).

Baca juga : Bacaan Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Demikianlah penjelasan dari materi lengkap tata cara shalat tarawih hingga keutamaan atau fadilah shalat tarawih yang belum banyak orang tahu. Semoga dengan materi yang sudah kami bagikan ini, kita mendapatkan manfaat serta bertambahnya ilmu. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *