Tata Cara Shalat Hajat : Pengertian, Hukum, Niat serta Keutamannya

Diposting pada

Assalamu’alaikum wr.wb, berjumpa kembali di Ciudad1.com. Pada kesempatan kali ini kami akan melanjutkan pembahasan pada artikel sebelumnya mengenai beberapa tata cara shalat sunnah.

Jika pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai tata cara shalat witir dan shalat tahajud, kali ini kami akan membahas artikel mengenai tatacara shalat hajat. Mari kita simak penjelasannya dibawah ini !

Tata Cara Shalat Hajat Lengkap

Terdapat beberapa point yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini,diantaranya adalah :

  • Pengertian shalat hajat
  • Hukum shalat hajat
  • Waktu shalat hajat
  • Niat shalat hajat
  • Cara pelaksanaan
  • Surat yang baca saat shalat hajat
  • Doa setelah shalat hajat

Itulah beberapa poin yang akan kita bahas kali ini, mari kita simak dan pelajari seksama!

Pengertian Shalat Hajat

Shalat hajat merupakan shalat yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki hajat tertentu. Seseorang yang memiliki keinginan atau hajat ini melaksanakan shalat hajat dengan penuh keimanan dan berharap Allah swt mengabulkan keinginannya.

Dengan catatan hajat atau keinginan yang dimaksud tidak keluar dari syariat islam. Shalat hajat biasanya dikerjakan untuk memohon perlindungan, kesuksesan, mencari jodoh dan lain-lain.

Dasar Hukum Melaksanakan Shalat hajat

Hukum melaksanakan shalat hajat adalah sunnah. Terdapat beberapa hadis yang dapat dijadikan sebagai dasar hukum untuk melaksanakan shalat hajat, diantaranya adalah :

“Barang siapa yang memiliki hajat (kebutuhan) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak cucu adam, maka wudhu lah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan shalawat kepada Nabi. Setelah itu mengucapkan “Laaillaha illalloh halimul kariimu, subhaana …..(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua raka’at dengan sempurna maka Allah Ta’ala memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” (HR. Ahmad)

Dari hadits diatas kita dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang yang memiliki suatu hajat atau keinginan sebaiknya melaksanakan shalat dua rakaat (shalat hajat) dengan maksud mohon pertolongan Allah swt untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Waktu Pelaksanaan Shalat Hajat

Shalat hajat tidak diaharuskan untuk dilakukan malah hari, shalat hajat ini bisa dilakukan kapan pun kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat.

Lalu, kapankah waktu terbaik untuk shalat hajat

waktu yang paling baik adalah sepertiga malam yang terakhir (antara pukul 01:00 WIB dan menjelang subuh) atau setiap usai shalat fardu.  Shalat hajat dilakukan beberapa kali, biasanya sampai 7 hari berturut-turut.

Niat Shalat Hajat

Niat adalah sebuah keaharusan yang wajib dilakukan dalam melakukan suatu ibadah. Niat adalah datangnya dari hati dan menurut Jumhur Ulama melafalkan niat adalah sunnah dengan tujuan untuk menghadirkan niat didalam hati.

Namun, ini semua kita kembalikan kepada diri kita masing-masing mana yang lebih nyaman dan meyakinkan bagi kita.

Berikut ini adalah lafadz niat shalat hajat :

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَا خَةِرَكْعَتَيْنِ لِلَّه تَعَالَى

ushollii sunnatal khajaji rak’ataini lillahita’aala

Artinya : Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah ta’alaa

Cara Mengerjakan Shalat Hajat

Dalam pelaksanaannya, shalat hajat dilakukan dengan dua rakaat dan diakhiri 1 salam. Minimal dikerjakan dengan 2 rakaat 1 salam dan maksimal dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan salam disetiap 2 rakaatnya.

Dalam proses pengerjaannya sama seperti halnya sholat pada umumnya hanya saja ada beberapa bacaan khusus didalamnya dan niatnya yang berbeda.

Catatan :

Jika melakukan sholat dua rakaat, maka di rakaat kedua sebelum salam sujud kembali dan membaca doa dibawah ini, begitu pula jika sholat dilakukan sebanyak 6 rakaat. Pada rakaat terakhir sebelum salam sujud kembali dan membaca doa.

Berikut doa yang hahrus dibaca :

1. Tasbih (10x)

Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar

2. Sholawat (10x)

Allahumma shali ‘ala sayyidina muhammad, wa’ala ‘ali sayyidina muhammad.

3.Doa mohon ampun (10)

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti khasanah waqina ‘adzabannar.

4. Setelah membaca doa diatas barulah. mintakan apa yang kau jadikan hajat dengan bersungguh dan penuh keyakinan, kemudian bangkit dari sujud sambil bertasbih, kemudian salam.

Surat yang dibaca

Setelah membaca surat Al Fatihah, boleh membaca ayat mana pun dari Al Qur’an. Sebagaimana kata Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Di dalam Al Quran itu tidak ada yang dapat diabaikan. Oleh sebab itu, dalam sholat witir engkau boleh membaca ayat Al Quran yang engkau sukai.”

Akan tetapi dalam shalat hajat Dianjurkan untuk membaca surah Al-kafirun pada rakaat pertama sebanyak 10x minimal 3x, atau ayat kursi dibaca sebanyak 3x, dan pada rakaat keduanya membaca ayat kursi (1x) lalu membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 10x.

Doa setelah shalat hajat

اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

Artinya :

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan  rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”

Baca Juga : Doa Selamat Dunia Akhirat

Baca Juga : pengertian proposal, fungsi dan jenisnya secara lengkap

Demikianlah penjelasan mengenai shalat hajat,semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *