Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal lengkap

Diposting pada

Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat Mal- Zakat mal atau yang sering disebut dengan zakat harta adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak.

Syarat untuk seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah :

  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Milik yang sempurna
  4. Genap senisab
  5. Genap satu tahun

Keharusan zakat ditetapkan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 103 :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS.At-Taubah:103)

Baca Juga :

Pengertian zakat lengkap

Panduan zakat fitrah lengkap

 

Adapun jenis harta yang wajib zakat itu dibagi pada lima harta :

  1. Binatang Ternak
  2. Mata uang
  3. Hasil bumi
  4. Buah-buahan
  5. Harta dagangan

Berikut ini adalah syarat dan nisab (cara mengeluarkan zakat) dari ke-lima jenis harta tersebut diatas.

Nisab dan Cara Mengeluarkan Zakatnya

Syarat wajib harta yang dikenakan zakat adalah telah genap senisab harta tersebut. Nisab sendiri artinya adalah Ukuran harta yang sudah ditetapkan secara syarak, sehingga harta tersebut wajib dizakati. Didalam kitab Al Misbahul Munir dikatakan : Bahwa Nisab ialah ukuran yang sudah dianggap untuk bisa mengeluarkan zakat.

Setiap harta memiliki nisab yang berbedam berikut ini adalah penjelasannya.

1. Binatang Ternak

Adapun binatang ternak yang wajib zakat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Onta, sapi dan kambing. Adapun penjelasan mengenai nisabnya adalah sebagai berikut.

1. Nisab Onta

Permulaan nisab onta adalah 5 ekor dan pada bilangan tersebut wajib dikeluarkan zakat.

  • 5 ekor onta zakatnya 1 ekor kambing berusia 1-2 tahun
  • 10 ekor onta zakatnya 2 ekor kambing berusia 1-2 tahun
  • 15 ekor onta zakatnya 3 ekor kambing berusia 1-2 tahun
  • 20 ekor onta zakatnya 4 ekor kambing berusia 1-2 tahun
  • 25-35 ekor onta zakatnya 1 ekor onta betina berusia 1-2 tahun
  • 36-45 ekor onta zakatnya 1 ekor onta betina berusia 2-3 tahun
  • 46-60 ekor onta zakatnya 1 ekor onta betina berusia 4 tahun
  • 61-75 ekor onta zakatnya 1 ekor onta betina berusia 5 tahun
  • 76-90 ekor onta zakatnya 2 ekor onta betina berusia 2-3 tahun
  • 91-120 ekor onta zakatnya 2 ekor onte betina berusia 3 tahun

Bila onta lebih dari 120 ekor maka pada tiap-tiap 40 ekor, wajib dikeluarkan zakatnya se-ekor onta betina yang berumur 2 tahun. Dan tiap-tiap 50 ekor wajib dikeluarkan zakatnya seekor onta betina yang berusia 4 tahun.

2. Nisab Sapi

Permulaan nisab sapi adalah 30 dan pada bilangan tersebut wajib dikeluarkan zakat 1 ekor sapi jantan atau betina berusia 1-2 tahun. Dan untuk 40 ekor sapi zakatnya 1 ekor sapi betina berumur 2-3 tahu. Sebagaimana telah diterangkan dalam hadits Rasulullah saw :

“Dari Mu’adz bin Jabal ra ia berkata: aku telah diutus oleh Rasulullah saw. ke Yaman dan diperintahkan supaya aku mengambil dari tiap-tiap 30 ekor sapi, se-ekor sapi jantan atau betina yang berumur 1 tahun, dan tiap-tiap 40 ekor sapi, se-ekor sapi betina yang berumur 2 tahun. Dan dari tiap-tiap orang yang telah baligh satu dinar, atau diganti dengan pakaian Yaman. (HR. Turmudzi dan Abu Dawud)

3. Nisab kambing 

Permulaan nisab kambing adalah 40 ekor. Dalam jumlah tersebut wajib dikeluarkan zakat 1 ekor biri-biri berumu 1-2 tahun atau 1 ekor kambing betina berumur 2-3 tahun. Dan pada kambing 121 ekor wajib zakat 2 ekor biri-biri, pada kambing 201 ekor, wajib zakat 3 ekor biri-biri. Kemudian pada setiap 100 ekor kambing, wajib zakat 1 ekor biri-biri.

Hadits Rasulullah saw. menjelaskan :

“Tentang sadaqah (zakat) kambing yang di gembalakan di padang, apabila berjumlah 40-120 ekor, seekor kambing. Kalau lebih dari 120, maka dua ekor. Ketika lebih dari 200 sampai 300 ekor, maka 3 ekor. Apabila lebih dari 300 ekor, setiap tambah 100 ekor, zakatnya 1 ekor. Apabila dalam tempat penggemabalaan kurang satu kambing dari jumlah 40, maka dia tidak wajib zakat, kecuali bila pemiliknya menghendaki  untuk berzakat.(HR. Bukhari)

2. Zakat Mata Uang

Zakat mata uang terbagi menjadi dua, yaitu emas dan perak. Adapun kewajiban zakat dari dua jenis harta tersebut disampaikan didalam firman Allah swt :

وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”(QS.At-Taubah :34)

Adapun nisab atau ketentuan wajib zakat dari kedua jenis harta tersebut adalah sebagi berikut :

1. Nisab Emas

Nisabnya emas yaitu 20 dinar (96 gram) untuk jumlah ini zakat seperempatnya sepersepuluh (2.5%), yaitu sama dengan 1/2dinar. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah saw. yang artinya :

“Dari Ali ra. dari Nabi saw. beliau bersabda : “Tidaklah wajib atasmu suatu apapun yaitu emas sehingga kamu memilih 20 dinar. Apabila kamu memiliki 20 dinar dan telah mencapai satu tahun maka wajib mengeluarkan sepersepuluh dinar. Untuk selebihnya dizakati menurut perhitungannya.”(HR. Abu Dawud)

2. Nisab Perak

Nisabnya perak ialah 200 dirham (627 gram) dan zakatnya seperempatnya sepersepuluhnya (2,50%) yaitu 5 dirham. Kemudian untuk selebihnya dizakati menurut perhitungannya.

Diterangkan dalam suratnya Abu Bakar ra. mengenai zakatnya perak itu seperempatnya sepersepuluh. Dan diterangkan didalam hadits Nabi saw :

“Tidak dalam perak yang kurang dari 5 awak (200 dirham) itu zakat. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Zakat hasil bumi

Syarat hasil bumi yang wajib zakat ada tiga perkara, yaitu :

  1. Hasil bumi itu termasuk sesuatu yang ditanam oleh manusia.
  2. Merupakan makanan pokok yang tahan lama.
  3. Telah cukup satu nisab, yaitu lima ausuq tanpa kulit.

Adapun buah-buahan yang wajib zakat adalah buah kurma dan anggur. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat hadits :

“Dari Attab bin Usaid ra. berkata : Rasulullah saw. menyuruh untuk memperkirakan anggur sebagaimana diperkirakannya kurma. Dan zakatnya diambilkan dari anggur kering, sebagaiman diambilnya zakat kurma dari kurma kering.”(HR. Tirmidzi)

Nisabnya hasil bumi dan buah-buahan ialah 5 ausuq, yaitu 1.600 katil irak, dan selebihnya (dizakati) menurut perhitungannya. Dalam jumlah tersebut, kalau disirami dengan air hujan atau sungai, maka wajib sepersepuluhnya (10%). Dan apabila disirami dengan kerekan/timba atau alat penyiraman maka wajib zakat separuhnya sepersepuluh (5%). Di dalam hadits Rasulullah saw. diterangkan :

“Tanaman dan buah-buahan yang kurang dari 5 wasaq tidak ada kewajiban zakat.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Disebutkan didalam Riwayat yang lain :

“Dari Jabir ra. bahwasannya dia mendengarkan Rasulullah saw. bersabda : “Barang-barang yang di airi oleh sungai dan hujan maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak sepuluh persen dari hasilnya. Dan pada tanaman yang diairi dengan air yang diangkut oleh binatang, maka wajib dikeluarkan zakatnya separuhnya sepersepuluh (5%). (HR. Muslim)

4. zakat harta dagangan

Kewajiban zakat harta dagang dijelaskan didalam firman Allah swt :

“…..Nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari usahamu yang baik-baik.”(Al-Baqarah: 276)

Disebutkan pula dalam hadits Rasulullah saw :

“Dari Samurah bin Jundub ra, ia berkata : Amma Ba’du : “Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintahkan kepada kita untuk mengeluarkan zakat dari harta yang kita sediakan/persiapkan untuk jual beli.”(HR. Abu Dawud)

Harta dagangan ini diperhitungkan pada tiap akhir tahunnya dengan harga berapa barang-barang itu telah dibeli. Kemudian dari harga barang itu dikeluarkan seperempatnya sepersepuluh-nya (2.5%). Apa yang telah digali dari tambang emas dan perak dikeluarkan zakatnya seperempat sepersepuluhnya (2.5%) seketika.

Dan apa yang didapat dari harta peningggalan orang-orang jahiliyah (yang terpendam), maka zakatnya ialah seperlima (20%). Sebagaimana disebutkan didalam hadits :

“Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah saw. beliau bersabda : “Dalam zakatnya rikaz (barang-barang terpendam dari jaman jahiliyah) adalah seperlima.(HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah pembahasan mengenai syarat-syarat wajib zakat dan cara mengeluarkan zakat mal sesuai dengan nisabnya. Semoga mudah difahami dan dapat bermanfaat untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *