Pengertian Zakat, Hukum, Macam-macam dan Penerima Zakat

Pengertian Zakat – Didalam agama islam istilah zakat bukan hal yang baru lagi. Sangat banyak dijelaskan didalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai perintah untuk menunaikan zakat.

Diantaranya terdapat di surah Al-Baqarah ayat 110 yang berbunyi :

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (١١٠

 Artinya : “dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al-Baqarah:110)

Firman Allah swt yang lain adalah :

َأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 

Artinya : “dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS.An-Nur:56)

Adapun hadits Rasulullah yang menjelaskan mengenai perintah membayar zakat ialah, sebagai berikut :

اُمِـرْتُ اَنْ اُقـَتِـلَ الـنَّـسَ حَـتَّـى يَـشْـهـَـدُوْ اَنْ لاَاِلـَهَ اِلاَّاللهُ وَاَنَّ مـُحَـمَّـدًا رَسُـاللَهِ وَيُـقِـيْمُـوْالـصَّـلاَةَ وَيُـئْوتُـوْاالـزَ كلاَةَ.فـَااِذَا فَـعَـلـُوْ ذَللِـكَ عَـصَـمُـوْا مِـنِّـى دِمَـاءَهـُمْ وَاَمـْوَلـُهُـمْ اِلاَّبِـحَـقِّ الاِسْـلاَمِ وَحِـسَـابُـهُـمْ عـَلى اللهِ

Artinya : “Saya diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa Tiada Tuhan yang harus dieembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan mendirikan shalat, serta mengeluarkan zakat. Apabila mereka melaksanakan semuanya itu, maka mereka telah memelihara darah dan hartanya dari padaku, kecuali dengan hak Islam, maka perhitungan mereka terserah kepada Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebentar lagi kita akan menjumpai bulan ramadhan, sudah sepantas kita bekali dengan ilmu, salah satunya yaitu Niat Puasa Ramdhan

Dari firman Allah diatas dan hadits Rasulullah saw.  umat islam diperintahkan untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Akan tetapi, sudahkah teman-teman tahu apakah zakat itu? apa syratnya zakat ? berapa macamnya zakat dan siapa saja yang berhak menerima zakat ?

Jika mungkin teman-teman belum tahu atau lupa, kali ini ciudad1.com akan membahas tentang  bab zakat secara terperinci, dan lengkap.

Pengertian Zakat dan Dasar Hukum Zakat

Pengertian Zakat

Zakat menurut istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan seseorang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerima seperti fakir miskin dan lainnya.

Sedangkan menurut bahasa, zakat berarti bersih, suci, subur, berkat dan berkembang. Artinya adalah dengan kita membayar zakat maka akan dapat mensucikan dan membersihkan harta kita. Sebagaimana firman Allah swt. didalam Al-Qur’an yang berbunyi :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Didalam syari’at islam zakat masuk kedalam salah satu Rukun Islam,yakni rukun islam yang ketiga.Oleh sebab itu zakat menjadi suatu kewajiban bagi umat islam yang mampu telah mencapai nisabnya.

Hukum Membayar Zakat

Agama islam berdiri atas lima dasar yang sering kita kenal dengan Rukun Islam. Dan seperti yang dijelaskan diatas zakat termasuk didalam salah satu rukun islam, itu artinya suatu keharusan yang tidak dapat ditinggalkan.

Oleh sebab itu, membayar zakat wajib hukumnya bagi setiap umat muslim yang mampu. Adapun hadits yang menerangkan atas kewajiban zakat terdapat didalam Riwayat bukhari dan muslim yang berbunyi :

“Ajarkanlah kepada mereka, bahwasannya Allah telah mewajibkan mereka mengeluarkan zakat yang di ambil dari orang-orang kaya mereka, untuk diberikan kepada fakir mereka.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Macam Macam Zakat

Zakat terbagi menjadi dua jenis yaitu, zakat fitrah dan zakat mal. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan umat muslim menjelang idul fitri pada bulan Ramadhan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. Kewajiban atas zakat fitrah ini disebutkan dalam hadits Rasulullah saw. sebagai berikut :

“Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan kepada semua orang Islam, laki-laki, perempuan, orang yang merdeka maupun budak, 1 sha’ kurma atau gandum.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun tujuan dari zakat fitrah ini adalah untuk membersihkan diri dengan memberikan beras atau makanan pokok kepada yang berhak menerima zakat tersebut.

2. Zakat maal (harta)

zakat maal atau zakat harta adalah zakat dari hasil pendapatan kita, seperti hasil perniagaan, pertanian , pertambangan, hasil laut, hasil ternak, hasil temuan, emas dan perak. Dan dari masing-masing tersebut memiliki ketentuan-ketentuan sendri.

Bagi yang masih memiliki hutang puasa ramdhan sebaiknya segera dibayar, jika belum tahu niatnya silahkan baca Niat Puasa Qadha

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Zakat itu harus diberikan kepada 8 golongan yang telah Allah swt. sebutkan dalam Firmannya QS.At-Taubah ayat 60 yang artinya :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’alaff yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.”(QS.At-Taubah:60)

Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Fuqara’/Fakir

adalah orang-orang yang tidak mampu untuk mencukupi kebutuhannya, seperti orang yang butuh sepuluh lantas dia hanya mampu mendapatkan dua atau bahkan tidak sama sekali.

2. Masakin/Miskin

adalah orang-orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya seperti orang yang butuh sepuluh lantas dia hanya mampu mendapatkan delapan.

3. ‘Amilin

adalah orang yang membantu imam untuk mengumpulkan zakat sekaligus membagikannya.

4. Mu’alaf

adalah orang yang masih lemah islamnya dan masih lemah pula maksudnya(orang yang baru masuk islam).

5. Riqab

adalah budak yang ingin memerdekakan diri dengan membayar uang tebusan.

6. Gharimiin

adalah orang-orang yang punya hutang dan mereka tidak mampu untuk membayarnya.

7. Sabilillah

adalah orang-orang yang berperang karena membela agama islam, dan tidak ada upah (ganti) dari baitul mal.

8. Ibnu sabil

adalah musafir yang ingin pulang ke negaranya padahal ia telah kehabisan bekal untuk mencapai tujuan.

Adapun orang yang diharamkan untuk menerima zakat, ada lima golongan :

  1. Orang yang cukup uang atau pencarian
  2. Hamba sahaya
  3. Keturunan bani Hasyim
  4. Keturunan Bani Muthalib
  5. Orang kafir

Orang-orang yang kaya uang atau pencarian tidak boleh diberikan zakat, karena terdapat suatu hadits yang menjelaskan :

“Shadaqah (zakat) itu tidak halal bagi orang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan.”(HR. Turmudzi dan Abu Dawud)

Orang-orang yang dinafkahkan menjadi tanggungan orang yang zakat, maka tidak boleh zakat itu diberikan kepada mereka atas nama orang-orang fakir dan orang-orang miskin.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian zakat, hukum dasar zakat, jenis jenis zakat dan orang yang berhak menerima zakat. Semoga yang kami bagikan di ciudad1.com dapat bermanfaat dan mudah difahami sehingga dapat kita amalkan.

Tags: