Pengertian Sel, Struktur Sel dan Fungsi Sel

Diposting pada

Pengertian Sel, Struktur Sel dan Fungsi Sel – pada pelajaran IPA ataupun Biologi, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan sebuah pertanyaan: apa yang di maksud dengan sel? pertanyaan tersebut memang simple, namun memiliki jawaban yang cukup membingungkan. bagi kamu yang merupakan seorang pelajar, dan sedang mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, silahkan baca artikel ini sampai akhir.

Pengertian Sel

Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan berfungsi sebagai penyusun semua makhluk hidup. sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar, sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. berdasarkan jumlahnya, sel terbagi menjadi dua, yaitu sel tunggal atau yang di sebut orgenisme uniseluler, contohnya bakteri dan amoeba. untuk makhluk hidup lainya seperi manusia, tumbuhan dan hewan merupakan organisme multiseluler, terdiri dari banyak tipe atau jenis sel yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Pengertian Sel, Struktur, Bagian dan Fungsi Sel

Sel yang sama di kelompokan menjadi jaringan yang membangun organ dan kemudian sistem organ membentuk tubuh organisme tersebut. contohnya sel otot jantung membentuk jaringan otot jantung yang merupakan bagian dari sistem organ peredaran darah pada manusia. sel tersusun atas komponen-komponen yang di sebut dengan organel. setiap sel yang hidup memiliki cairan bernama sitoplasma, selain itu sel juga memiliki inti atau nukleus. berdasarkan hal tersebut, sel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Prokariot, adalah sel yang tidak mempunyai membran intin, contohnya seperti bakteri dan alga biru.

2. Eukariot, adalah sel yang memiliki membran inti, seperti sel-sel yang hidup di dalam tubuh manusia dan hewan.

Struktur Sel atau Bagian-Bagian Sel

Semua sel di batasi oleh suatu membran yang di sebut membran plasma, sementara daerah di dalam sel disebut dengan sitoplasma. setiap sel mengandung DNA dan struktur yang di sebut dengan ribosom, berfungsi dalam pembuatan protein. sel tersusun dari beberapa bagian organel yang memiliki fungsi khusus, dan berikut adalah struktur sel.

Membran Sel

Membran sel memiliki lapisan ganda fosfolipid dan berbagai protein. ada beberapa kategori bagian dan fungsi membran sel, salah satunya adalah membran sel yang membatasi sel di sebut membran plasma. membran sel berperan juga sebagai sintesis ATP, pensinyalan sel dan adhesi sel.

Nukleus

Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota. kebanyakan sel memiliki satu nukleus, namun ada juga yang memiliki banyak nukleus, seperti sel otot rangka dan yang tidak memiliki nukleus ada juga, yaitu sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya. nukleus berfungsi untuk mengendalikan sintesis protein didalam sitoplasma.

Ribosom

Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. ribosom memiliki berbagai jenis protein dan jumlah molekul RNA. sel dengan laju sintesis protein yang tinggi, memiliki banyak sekali ribosom, contohnya sel hati yang memiliki berjua-juta ribosom. ribosom eukariota lebih besar dari pada ribosom prokariota, namun memiliki fungsi yang hampi sama.

Sistem Endomembran

Membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari sistem endomembran. sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan golgi lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma. sistem ini memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah dapat menetralkan beberapa jenis racun.

Sitoskeleton

Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat protein, yaitu mikrotubulus, filamen intermediat dan jenis mikrofilamen.

1. Mikrotubulus – berupa silinder berongga yang memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel dan membantu pergerakan kromosom pada saat pembelahan sel.

2. Filamen intermediat – berfungsi mendukung bentuk sel dan membuat organel tetap berada di tempatnya.

3. Mikrofilamen – berupa batang tipis dari protein aktin, berfungsi antara lain dalam kontraksi otot pada hewan, pembentukan pseudopodia untuk pergerakan sel ameba, dan aliran bahan di dalam sitoplasma sel tumbuhan.

Kloroplas

Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil, membantu dalam proses fotositensis, yaitu reaksi mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi dan di simpan pada molekul karbohidrat.

Badan Golgi

Badan golgi di temukan oleh camillo golgi, tersusun atas setumpuk kantong pipih dari membran yang di sebut siterna. jumlah dan ukuran badan golgi tergantung pada jenis sel dan aktivitas metabolismenya. sel yang aktif melakukan sekresi protein dapat memiliki ratusan badan golgi.

Fungsi Sel

Komunikasi Sel

Sel mampu berkomunikasi, menerima dan mengirimkan sinyal kepada sel lain, menentukan interaksi antarorganisme uniseluler serta mengatur fungsi dan perkembangan tubuh organisme uniseluler serta mengatur fungsi dan perkembangan tubuh organisme multiseluler. transfer sintal pada sel dapat terjadi dengan kontak antar sel, salah satu contoh melalui pembuluh darah atau perambatan listrik ke sel yang jauh.

Siklus Sel

Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap kehidupan sel antara pembelahan sel kepembelahan sel berikutnya di sebut dengan siklus sel. siklus ini terdiri dari empat proses terkoordinasi, seperti pertumbuhan sel, replika DNA, pemisahan DNA yang sudah digandakan kedua calon sel anakan serta pembelahan sel. peralihan antartahap siklus sel dikendalikan oleh suatu perlengkapan pengaturan yang tidak hanya mengoordinasi berbagai kejadian dalam siklus sel, tetapi juga menghubungkan siklus sel dengan sinyal ekstrasel yang mengendalikan perbanyakan sel.

Diferensiasi Sel

Diferensiasi sel bertujuan untuk menciptakan keberagaman jenis sel yang muncul selama perkembangan suatu organisme multiseluler dari sebuah sel telur yang sudah dibuahi. contohnya mamalia yang berasal dari sebuah sel berkembang menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis sel berbeda sepert otot, saraf dan kulit.

Metabolisme

Semua reaksi kimia yang membuat makhluk hidup mampu melakukan aktivitasnya di sebut dengan metabolisme, sebagian besar reaksi kimia tersebut terjadi di dalam sel. metabolisme yang terjadi di dalam sel dapat berupa reaksi katabolik atau perombakan senyawa kimia untuk menghasilkan energi maupun untuk dijadikan bahan pembentukan senyawa lain. salah satu proses katabolik yang merombak molekul makanan untuk menghasilkan energi di dalam sel, ialah respirasi seluler yang sebagian besar berlangsung di dalam mitokondria eukariota atau sitosol prokariota dan menghasilkan ATP.

Kematian Sel Terprogram

Sel dalam organisme multi seluler dapat mengalami suatu kematian terprogram, yang berguna untuk pengendalian populasi sel dengan cara mengimbangi perbanyakan sel, misalnya untuk mencegah timbulnya tumor. proses kematian sel terprogram juga berguna untuk menghilangkan bagian tubuh yang tidak diperlukan, contohnya seperti pembentukan embrio jari-jari tangan atau kaki pada manusia yang mulanya saling menyatu, berkat adanya kematian sel.

Demikian adalah pembahasan atau penjelasan mengenai sel, semoga bisa bermanfaat untuk kamu semua. masih ada banyak informasi pendidikan penting lainya, biar gak ketinggalan, silahkan kunjungi terus ciudad1.com, blog referensi dan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *