Doa Setelah Sholat Wajib 5 Waktu atau Fardhu dan Sunnah Lengkap

Diposting pada

Doa Setelah Sholat-Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt. atas kesehatan dan keselamatan yang diberikan kepada kita semua sehingga kita bisa menunaikan perintah-perintah Allah swt.

Pada kesempatan kali ini ciudad1.com akan membagikan bacaan doa-doa mustajab setelah Sholat Wajib 5 Waktu atau Fardhu dan Sunnah Lengkap dengan tulisan latin dan artinya yang insyaallah mudah difahami serta dapat diamalkan setelahnya. yuk, langsung baca dibawah ini!


Kumpulan Doa Setelah Sholat Fardhu

Berdoa artinya adalah memohon kepada Allah swt. serta menjadi bukti tidak keberdayaan kita terhadap segala sesuatu tanpa bantuan Allah swt. Terdapat firman Allah yang mengatakan bahwa Allah swt itu dekat dan akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-nya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Baca Juga : Dzikir setelah shalat fardhu sesuai sunnah

Berikut ini adalah beberapa doa setelah shalat fardhu yang sering dibaca dan mustajab :

بسم الله الرحمن الرحيم
ألحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

Bismillaahirohmaanirrohiim. Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa aali sayyidina Muhammad.

Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa min jamii’il haajaat. Wa tuthohhirunaa bihaa min jamii’is sayyi_aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad_darojaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshol ghooyaat. Min jamii’il khoirooti fil hayaati wa ba’dal mamaat.

Artinya: 

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kami dari semua bahaya, yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan hajat kami,

Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kesalahan kami, Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat derajat kami, Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kami kepada kesempurnaan semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

Allaahumma innaa nas_aluka salaamatan fid_diin. Wa ‘aafiyatan fil jasadi. Wa ziyaadatan fil ‘ilmi. Wa barakatan fir_rizqi. Wa taubatan qoblal maut. Wa rahmatan ‘indal maut. Wa maghfirotan ba’dal maut.

Artinya :

Ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan Agama, kesehatan jasmani, tambahan Ilmu, keberkahan dalam rizqi, Taubat sebelum mati, Rahmat ketika hendak mati dan Ampunan setelah mati.

اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut. Wan_najaata minan_naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Artinya :

Ya Allah, ringankanlah kami ketika sedang sakaratul Maut, selamatkan dari api neraka, dan ampunilah ketika sedang proses hisab

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Robbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idz_hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmah. Innaka antal wahhaab.

Artinya :

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Allaahummaghfirlii dzunuubi waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiroo.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan belas kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berbelas kasih kepadaku di waktu aku kecil.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Robbanaa aatinaa fid_dun_yaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa adzaaban_naar.

Artinya :

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.

Adab-adab dalam berdoa

Terdapat setidaknya 10 adab dalam berdoa, antara lain :

1. Mencari waktu yang mustajab

Adapun waktu-waktu yang mustajab untuk melakukan doa diantaranya adalah di hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan sepertiga malam terakhir.

Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda :

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

Artinya : “Allah turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa 1/3 malam terakhir. Kemudian Allah berfirman, Barangsiapa berdoa kepadaku maka Aku akan mengabulkannya, barangsiapa yang meminta kepadaku akan kuberi, dan barangsiapa memohon ampunan kepadaku pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

Baca Juga : Bacaan Doa selamat dunia akhirat

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Terdapat beberapa keadaan yang di jelaskan Rasulullah sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Beberapa keadaan tersebut adalah ketika sedang terjadi peperangan, sujud, ketika turun hujan, waktu antara adzan dan iqamah dan menjelang berbuka ketika berpuasa.

Sebagaimana dikatakan Abu hurairah ra. : “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat peperangan sedang berkecamuk, saat turun hujan, dan saat iqamah pada sholat wajib. Maka manfaatkanlah ketika itu untuk berdoa.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi 1: 327)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan :

Doa di antara waktu adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi)

Dalam hadits lain dikatakan :

Keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat bersujud. Maka perbanyaklah untuk berdoa.” (HR. Muslim)

3. Menghadap kiblat dan menengadahkan kedua tangan

Adab dalam berdoa selanjutnya yaitu menghadap kiblat sembari menengadahkan tangan dan memohon dengan kerendahan hati kepada Allah swt.

Dijelaskan dalam sebuah riwayat :

“Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam.” (HR. Muslim)

Adapun cara mengangkat tangan tersebut dijelaskan dalam sebuah riwayat berikut :

“Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan).”(HR. Thabrani)

4. Ucapkan doa dengan suara lirih dan tidak dikeraskan

Untuk adab berdoa yang ke-empat ini dejelaskan Allah swt. dalam firmannya :

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

Artinya : “Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan

5. Khusyu’, merendahkan hati dan penuh harap

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

6. Meyakini akan terkabulnya doa

Dijelaskan dalam sebuah riwayat, untuk meyakini bahwa Allah swt. mampu mengabulkan doa kita :

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi SAW bersabda: “Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban)

7. Merengek-rengek serta mengulang-ngulang doa

Merengek-rengek dalam berdoa menunjukkan kesungguhan kita dalam memohon permohonan kepada Allah swt. serta menunjukkan ketidak berdayaan kita tanpa pertolongan-nya.

Misalanya dalam berdoa dengan mengucap : “Yaa Allah, ampunilah hambu-MU, ampunilah hambu-MU…, ampunilah hambu-MU yang penuh dosa ini. ampunilah ya Allah….dengan mengulang-ulang doa semacam ini menunjukkan kesungguhan kita dalam berdoa.

Bahkan Rasulullah saw. pun ketika beliau berdoa, beliau merengek dan mengulang-ngulang doa-nya. Sebagaimana dijelaskan didalam sebuah Riwayat :

Ibn Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (HR. Muslim)

8. Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan

Dalam berdoa kita diminta untuk pasrah dan yakin bahwa Allah swt. mengabulkan doa kita asalkan kita tidak tergesa-gesa, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى

“Akan dikabulkan (doa) diantara kalian selama tidak tergesa-gesa berkata ‘Saya telah berdoa namun belum dikabulkan‘.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Mengawali doa dengan memuji Allah swt dan bershalawat atas Nabi saw.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengan orang yang sedang berdoa namun tidak memuji Allah swt dan tidak bershalawat kepada beliau. Kemudian Rasulullah saw berkata : “orang ini terburu-buru” kemudian beliau bersabda :

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء

“Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

10. Jauhi mendoakan keburukan

Berdoa bertujuan untuk memperoleh kebaikan dan pertolongan dari Allah swt. jadi jangan-lah kita berdoa memohon keburukan pada-nya.

Dari Jabir radhiyallahu anhu,Rasulullah saw bersabda :

لا تدعوا على أنفسكم، ولا تدعوا على أولادكم، ولا تدعوا على خدمكم، ولا تدعوا على أموالكم، لا توافق من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجاب لكم

“Janganlah di antara kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan (keburukan) anak-anak kalian, jangan mendoakan (keburukan) pembantu kalian, jangan mendoakan (keburukan) harta kalian. Bisa jadi ketika hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu yang mustajab, maka Allah kabulkan bagi mereka.” (HR. Abu Daud)

Baca Juga : Tata Cara Shalat Hajat Lengkap

Demikianlah pembahasan mengenai doa setelah Sholat Wajib 5 Waktu atau Fardhu dan Sunnah serta adab-adab dalam berdoa, semoga dapat bermanfaat dan mendatangkan kebaikan untuk kita semua.pembahasan ini dikutip dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *