Doa Buka Puasa Shahih dan Artinya

Alhamdulillah, saat ini kita sudah dipertemukan bulan ramadhan. Bulan yang penuh dengan kebaikan dimana umat islam menjalankan puasa wajib satu bulan penuh.

Pada artikel-artikel sebelumnya, ciudad1.com sudah membagikan beberapa materi yang berkaitan dengan bulan ramadhan, diantaranya :

Dan pada kesempatan kali ini kami akan membagika doa buka puasa ramadhan yang shahih lengkap dengan artinya.

Buka puasa merupakan moment yang ditunggu-tunggu setelah seharian penuh menahan lapar, haus dan berbagai hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa maupun pahala dari puasa tersebut.

Kebahagian saat menyambut waktu berbuka puasa biasanya digambarkan dengan menyajikan beranekaragam makanan dan takjilan. Bahkan yang sehari-harinya tidak ada, biasanya pada saat puasanya akan diadakan.

Namun perlu kita ingat, jangan menyajikannya secara berlebihan serta jangan lupakan ada amalan sunnah saat buka puasa yaitu membaca doa berbuka puasa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah shallalhu ‘alaihi wa sallam.

Bacaan doa berbuka puasa tidak panjang dan mudah untuk dihafal, bahkan anak-anak pun banyak yang mengahafalnya karena pada umumnya sudah diajarkan sejak dini. Namun karena doa ini jarang dibaca, tidak seperti doa setelah shalat kemungkinan banyak dari teman-teman yang lupa. Untuk itu mari simak lafadz doa buka puasa beserta artinya berikut ini :

Bacaan Doa Buka Puasa Shahih

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah

Yang Pertama,

Doa berbuka puasa yang terdapat dalam hadits shahih yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah

Artinya :

Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.

Berikut ini hadits lengkapnya :

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kapan doa ini dibaca?

Berdasarkan Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428. dan Al-Liqa As-Syahri, no. 8. Berikut ini urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka diatas :

  1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
  2. Mulai berbuka
  3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.

Yang Kedua,

Lafadz doa yang kedua ini merupakan doa yang populer di masyarakat, namun hadits yang menerangkan doa ini tergolong dhaif karena sanadnya terputus (tidak sampai nabi). Berikut ini lafadz nya :

َللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma Lakasumtu Wabika Aamantu Wa’alaa Rizqika Afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin

Artinya :

Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Status Sanad Hadis

Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358 secara mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus.

Anjuran Memperbanyak Doa Ketika Berbuka Puasa

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.”

(HR. At-Tirmidzi 2526, Thabrani dalam Al-Ausath 7111. Syaikh Aqil bin Muhamad Al-Maqthiri mengatakan: Hadis ini statusnya hasan berdasarkan gabungan semua jalurnya. Hadis ini juga dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir, 2:96).

(sumber : Konsultasisyariah.com)

Demikianlah lafadz doa buka puasa, semoga penjelasan diatas mudah untuk dipahami dan bermanfaat untuk teman-teman. Jika ada pertanyaan silahkan sampaikan melalui kolom komentar dibawah ini.

Tags: