Cara Mandi Wajib : Pengertian, Sebab dan Niat

Diposting pada

Salah satu syarat wajib sholat adalah suci dari najis dan hadats. Suci dari hadats terbagi menjadi dua, yaitu hadats kecil dan hadats besar.

Hadats kecil dapat disucikan melalui wudhu sedangkan hadats besar diharuskan melakukan mandi wajib atau mandi junub.

Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus mengerti bagaimana cara mandi wajib, sebab harus mandi wajib dan niat mandi wajib.

Dan bagi yang belum tau, mari kita sama-sama belajar tata cara mandi wajib yang benar untuk laki-laki maupun wanita.

Tata Cara Mandi Wajib Mengikuti sunnah

Tata Cara Mandi Wajib

Berikut ini beberapa point yang akan kita bahas pada artikel ini :

  • Pengertian Mandi Wajib
  • Sebab Mandi Wajib
  • Niat Mandi Wajib
  • Cara Mandi Wajib
  • Waktu Mandi Wajib
  • Hal Terlarang bagi Orang Junub

Agar tidak terlalu panjang, mari kita mulai bahas dari point yang pertama.

Baca juga : Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri

Pengertian Mandi Wajib

Mandi wajib / mandi besar / mandi junub adalah mandi atau menuangkan air ke seluruh tubuh dengan niat dan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadats besar.

Sebab Mandi Wajib

Apa saja penyebab harus mandi wajib? Berikut ini beberapa sebab seseorang harus melakukan mandi wajib :

1. Keluarnya mani

Keluarnya air mani baik ketika dalam konsisi terjaga (sadar) maupun saat tidur (mimpi) mewajibkan seseorang untuk mandi wajib. Hal ini berlaku bagi muslim laki-laki maupun perempuan.

2. Berhubungan

Ketika suami istri berhubungan, maka keduanya wajib mandi baik “keluar” maupun tidak.

Mandi wajib karena sebab pertama dan kedua ini disebut juga sebagai mandi junub.

3. Haid dan Nifas

Point yang ketiga ini khusus untuk perempuan. Apabila haid sudah berhenti, maka wajib mandi untuk menyucikan diri dari hadats besar.

4. Mati selain mati syahid

Seorang muslim yang mati syahid di medan jihad fi sabilillah tidak wajib dimandikan. Selain itu maka wajib untuk dimandikan.

5. Masuk Islam

Ulama Maliki dan Hambali mewajibkan mandi kepada orang kafir yang memeluk Islam. Yakni berdasarkan hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah memerintahkan Tsumamah yang baru masuk Islam untuk mandi.

Namun ulama Hanafi dan Syafi’i berpendapat hukumnya sunnah, kecuali jika mereka berjunub. Alasannya, Rasulullah tidak menyuruh semua orang yang masuk Islam untuk mandi.

Baca juga : Keutamaan dan Adab Membaca Al-Qur’an Pada Bulan Ramadhan

Niat Mandi Wajib

Semua amal harus diawali dengan niat. Adapun niat mandi wajib / mandi junub sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

(Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala

Cara Mandi Wajib Mengikuti Sunnah

1. Membaca Basmalallah dan Niat

Pastikan anda mengawali dengan membaca basmallah serta niat untuk mandi wajib/mandi junub.

2. Bersihkan kedua telapak tangan

Basuh dan bersihkan kedua telapak tangan. Ulangi tiga kali.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا

Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali…” (HR. Muslim)

3. Cuci kemaluan

Cuci dan bersihkan kemaluan dari mani dan kotoran yang ada padanya serta sekitarnya menggunakan tangan kiri.

4. Menggosokan tangan kiri ketanah atau menggunakan sabun.

5. Berwudhu, caranya sama seperti wudhu ketika akan shalat namun tidak sampai kaki, karena bagian kaki diakhirkan.

6. Basuh rambut, sela-selai pangkal rambut dan basahi dengan air sampai seluruh kepala dan rambut basah.

7. Siram kepala 3 kali dan lanjutkan dengan menyiram seluruh anggota badan.

8. Mengguyur air keseluruh badan dengan mendahulukan yang kanan.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata,

“Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)”. (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no.268).

9. Gosok bagian lipatan-lipatan atau bagian badan yang tersembunyi serta pastikan semua badan anda basah dan bersih.

10. Berpindah tempat dan cuci kedua kaki. Jangan lupa sela-selai jari kaki hingga anda yakin semua bagian kaki basah.

Baca juga : Doa Masuk Dan Keluar Kamar Mandi

Waktu Mandi Wajib

Kapan waktu mandi wajib yang benar?

Waktu mandi wajib (mandi besar) adalah setelah selesainya hal yang mengakibatkan hadats besar.

Jangan menunda-nunda mandi wajib tersebut kecuali karena sebab, misalnya terlalu dingin.

Hal Terlalarang bagi Orang Junub / Berhadats Besar

1. Sholat

Sebagaimana sabda Rasulullah: “sholat hanya diterima (jika dilakukan) dalam keadaan suci” (HR. Muslim)

2. Thawaf

Sebagaimana sabda Rasulullah: “Thawaf itu laksana sholat. Bedanya, dalam thawaf kalian diperbolehkan untuk berbicara, maka janganlah membicarakan kecuali kebaikan” (HR. Hakim)

3. Masuk masjid

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “… dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi” (QS. An Nisa’: 43)

4. Tilawah

Rasulullah bersabda: “Wanita haid atau orang yang sedang junub janganlah membaca apa pun dari Al Qur’an” (HR. Tirmidzi)

5. Menyentuh mushaf

Sebagaimana sabda Nabi: “Al Quran hanya boleh disentuh oleh yang suci” (HR. Malik dan Daruquthni)

Itulah rangkuman kami tentang tata cara mandi wajib / mandi junub / mandi besar, semoga dengan rangkuman tersebut kita semua dapat belajar dan memahaminya.

Jangan lupa kunjungi terus Ciudad1.com untuk mendapatkan informasi bermanfaat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *